Beranda / Budaya / Kirab Budaya HUT Ke-81 Loteng Semarak, Barongsai hingga Peresean Jadi Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Kirab Budaya HUT Ke-81 Loteng Semarak, Barongsai hingga Peresean Jadi Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Lombok Tengah, TRANEWS Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) berlangsung semarak melalui Kirab Pataka Budaya yang digelar di Kota Praya, Selasa (13/10/2026). Sebanyak 12 kecamatan menampilkan beragam atraksi seni, adat, dan tradisi yang mencerminkan kekayaan budaya serta keharmonisan masyarakat Lombok Tengah.

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kick-off peringatan HUT ke-81 Kabupaten Lombok Tengah yang jatuh pada 15 Oktober 2026. Kirab budaya menjadi momentum untuk membangkitkan semangat kebersamaan, memperkuat identitas daerah, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam menyemarakkan hari jadi Lombok Tengah.

Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., secara langsung melepas kontingen kirab budaya dari Pendopo Bupati Lombok Tengah. Prosesi pelepasan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., dan Sekretaris Daerah H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur pemerintah daerah.

Usai prosesi pelepasan, Wakil Bupati bersama Sekretaris Daerah kembali menerima kedatangan kontingen dari 12 kecamatan melalui prosesi adat di panggung utama. Sejumlah kepala perangkat daerah turut berada di panggung kehormatan untuk menyambut sekaligus menyaksikan berbagai atraksi seni dan budaya yang ditampilkan para peserta.

Kirab budaya tahun ini menghadirkan pertunjukan yang beragam. Kontingen Kecamatan Praya tampil memukau melalui atraksi barongsai, sementara Kecamatan Praya Timur menampilkan kesenian Rudat yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Sasak.

Sejumlah kecamatan lainnya turut mempersembahkan berbagai atraksi budaya, mulai dari tradisi Sorong Serah Aji Krame, Peresean, Gendang Beleq, hingga tarian budaya Hindu. Penampilan tersebut memperlihatkan keberagaman adat, seni, dan kehidupan keagamaan yang tumbuh harmonis di tengah masyarakat Lombok Tengah.

Tidak hanya itu, kehadiran Tembolak, Peraje, serta aneka busana adat Sasak semakin menambah kemeriahan kirab. Setiap kontingen berupaya menampilkan identitas dan keunikan budaya masing-masing sebagai bentuk kecintaan terhadap warisan leluhur.

Pawai dimulai dari Pendopo Bupati Lombok Tengah, melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Praya, sebelum kembali berakhir di Pendopo Bupati. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta dengan berbagai kostum dan pertunjukan budaya.

Dalam sambutannya, Bupati Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa kirab budaya bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati hari jadi daerah, melainkan momentum memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Hari ini kita hadir dan berkumpul di sini untuk membuktikan bahwa budaya mampu mempersatukan kita semua. Kita semua berpadu menjadi satu, dengan niat dan nawaitu untuk membangun. Membangun itu bukan hanya urusan perorangan,” ujar Bupati.

Bupati menekankan bahwa perbedaan agama, adat istiadat, dan latar belakang budaya harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun Lombok Tengah.

Menurutnya, masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman merupakan modal penting untuk mewujudkan pembangunan daerah yang maju, harmonis, dan berkelanjutan.

“Semua pegawai negeri, seluruh elemen masyarakat, ini adalah bentuk kebersamaan kita. Mari kita terus membangun dari sisi budaya, pariwisata, dan kehidupan beragama, dan satukan semuanya dengan baik,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kecamatan, perangkat daerah, peserta, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kirab budaya tersebut.

Melalui rangkaian kick-off HUT ke-81 ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap semangat menjaga warisan budaya, memperkuat toleransi, serta membangun kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kirab Pataka Budaya menjadi gambaran nyata bahwa keberagaman merupakan kekuatan Lombok Tengah. Melalui semangat “Kerja Nyata Wujudkan Masmirah”, peringatan hari jadi daerah ini diharapkan semakin mempererat persatuan sekaligus mendorong kemajuan pembangunan dan pelestarian budaya daerah. (Win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *