Home / Budaya

Sabtu, 3 Juni 2023 - 15:48 WIB

Mi6 : KPU – Bawaslu Perlu Bentuk Tim Task Force Bayangan untuk antisipasi dan cegah serangan Klenik

Mataram ,Tranews.net. Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 menyarankan Penyelenggara Pemilu ( KPU – Bawaslu ) memakai Jasa Kalangan Supra Natural untuk memback up dan mengantisipasi serangan klenik terhadap peserta Pemilu.

Penggunaan ilmu klenik ini , meskipun sulit dibuktikan secara kasat mata , tetapi eksistensinya tetap ada dan diyakini keberadaannya oleh masyarakat sebagai bagian warisan ilmu turun temurun dari nenak moyang.

Beragam jenis ilmu klenik tersebut memiliki fungsi dan kegunaan untuk memperkuat sugesti dan keyakinan. Sekaligus diyakini memiliki khasiat yang memancarkan pesona kuat di mata pemilih terhadap pemakainya. Bahkan ada cabang ilmu klenik yang dipakai untuk melumpuhkan dan menyerang seperti santet dsb.

“Untuk itu sebagai bentuk antisipasi, perlindungan dan mengayomi peserta Pemilu 2024 mendatang dari kemungkinan gangguan alam gaib , KPU maupun Bawaslu perlu melibatkan kalangan Supra Natural untuk menyukseskan gelaran Pesta Demokrasi 2024 mendatang,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, SH kepada media , Jumat , 2 Juni 2023, kemarin.

Menurut lelaki yang akrab di sapa Didu menambahkan, secara fungsional dan kegunaan ilmu supra natural di duga memiliki Dua tujuan yakni untuk kepentingan defensif dan ofensif ( baca : serangan ).

Adapun untuk kepentingan defensif atau perlindungan disinyalir untuk memberikan sugesti kepada pemakainya sekaligus untuk memanipulasi aura performance dengan perantaraan berbagai benda mistis dan trik ilmu dalam seperti ilmu mistis khas sasak seperti Senggeger, Jaran goyang, kecial kuning, semantak nane, turun tangis , dll.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas Jelang Ramadhan, Kapolres Loteng Gelar Silaturrahmi Dengan Wartawan

Sementara itu ilmu mistis untuk keperluan serangan / ofensif secara gaib di sinyalir dipakai untuk menaklukkan dan mendegradasi citra seterunya , seperti santet , guna-guna, pedang pekir , kedebong loas, lomak lompe, dll.

“Pemakai ilmu supra natural kebanyakkan dihajatkan untuk memberikan sugesti dan mempertebal daya pesona,” ujar Didu

Didu mengatakan jika untuk mengantisipasi serangan server penyelenggara pemilu oleh hacker , KPU – Bawaslu sudah memproteksi keamanan servernya dengan berlapis oleh ahli IT yang canggih , Maka untuk mencegah serangan unpedictable dari alam mistis yang menimpa peserta pemilu tak ada salah nya KPU – Bawaslu membentuk Task Force Anti serangan Supra – Natural yang berisi orang-orang yang memiliki kemampuan ilmu dalam yang mumpuni dan teruji secara kasat mata.

“Suka tidak suka , kuat dugaan dunia klenik dan mistis kerap dipakai sebagai sarana untuk mempengaruhi persepsi masyarakat lewat berbagai media ,” imbuhnya .

Selanjutnya Didu mengatakan keberadaan tokoh atau orang sakti mandaguna yang diberikan kelebihan memiliki indera ke Enam atau kemampuan ilmu klenik bisa dimanfaatkan memberikan *edukasi dan pertolongan pertama* apabila mendapati seseorang terkena serangan klenik dengan ciri-ciri yang khas.

Baca Juga :  Idul Fitri Tinggal Menghitung Hari, Politisi PDIP H Senirah Sebar Bantuan Sembako dan Sarung untuk Warga Pratim

” Misalnya edukasi atau tata cara menangkal jika orang kesurupan ataupun kerasukan bisa di tangkal dengan melakukan rukiyah. Sementara untuk mencegah santet dan ilmu kiriman bisa ditangkal ( baca: diyakini ) dengan Mustika Kayu Sulaiman,” ujar didu sembari menambahkan disinilah letak peran pentingnya kalangan supra natural bergerak dalam diam menangkal berbagai macam ilmu-ilmu klenik untuk melindungi peserta pemilu yang ‘lemah’.

“Saya menduga fenomena konstestasi Pemilu 2024 akan diwarnai dua perang , yakni dari sisi depan ( front stage ) dimana konstestan peserta pemilu akan beradu palagan untuk meraih dukungan. Dan peran sisi belakang ( back stage ) dimana ada nuansa kuat pelibatan dunia supra natural memback up calon yg memakai jasanya dengan berbagai motivasi,” ulasnya.

Terakhir Didu menambahkan politik dan klenik saat ini sulit dipisahkan karena hal tersebut memiliki alasan pembenar. Hal ini tentu tidak terlepas budaya masyarakat yang masih menpercayai kekuatan ketika , yakni dunia klenik yang memiliki peran yang kuat dalam mendongkrak suksesnya seseorang.

“Politik dan Klenik ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan yang saling memberikan kekuatan keyakinan dan sugesti dalam meraih kemenangan,” tukasnya. (red.TN).

Share :

Baca Juga

Budaya

Ini Rancangan Agenda DWP Setwan Lombok Tengah

Budaya

Antisipasi Banjir , Kodim Loteng Berjibaku Bersihkan Aliran Sungai di Loteng

Budaya

Polres Loteng Syukuran Sambut Bulan Suci Ramadhan dan Suksesnya Tahapan Pemilu 2024

Budaya

Wabup Dr. Nursiah Pimpin Rombongan Safari Ramadan 1445 H di Praya Barat Daya

Budaya

Raih Rekor MURI, Bupati Pathul Apresiasi Penulis Buku Judul Dende Mandalika

Budaya

Maulidya Asal Sumbawa Dinobatkan Sebagai Duta Lingkungan NTB 2023

Budaya

Babinsa Koramil Praya Bersama Warga Di Kampung Rancak Gotong Royong Bersihkan Saluran Air

Budaya

Koramil Dan Polsek Prabarda Kompak Patroli Bersama Selaber Wilayah Kawasan