Home / Budaya

Sabtu, 3 Desember 2022 - 15:37 WIB

Ini Giat Pengurus LMKAS Lakukan Sosialisasi Ke Masing Masing Kelurahan/Desa Di Loteng

Lombok Tengah, TNTranews. Keberadaan Lembaga Majelis Krame Adat Sasak(LMKAS) patut diajukan jempol pasalnya setelah di lantik beberapa waktu lalu oleh Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, pengurus LMKAS Kabupaten Lombok Tengah Terus berupaya untuk bagimana Bisa mensosialisasikan  LMKAS ditengah masyarakat di  12  Kecamatan meliputi 134 Desa /Kelurahan di Kabupaten  Loteng.

Dibawah naungan Kantor DPMD sangat banyak membuat trobosan dalam mensosialisasikan keberadaan Majelis Krame Adat  Sasak di tengah masyarakat. Melalui Penyusunan Perda Pemda sangat mendukung kegiatan itu dimana Pemda ingin Adat istiadat dan Budaya tidak akan pernah hilang di tengah masyarakat Lombok, baik itu permasalahan masalah Adat perkawinan, Surung serah, tidak mempersulit perkawinan, perkawinan usia dini, Hingga proses proses penyelesaian sengketa Adat dll. ” pertemuan kami ini dengan pengurus untuk kedepannya LMKAS semakin dikenal ditengah masyarakat. serta kita nanti akan terus melakukan pembinaan, pelatihan terkait Lembaga Majelis Adat Sasak di kabupaten Lombok Tengah.” jelas L Purnama Agung wakil ketua LMKAS Loteng (02/12/2022).

Baca Juga :  Kontingen Lombok Tengah Pukau Penonton di JFC, Ketua Dekranasda Promosikan Songket

Penguatan pengurus LMKAS di.masing masing Kecamatan/ kekurahan/Desa sangat diharapkan lebih lebih anak Muda, di loteng,  sangat perlu diberikan pemahaman terkait masalah adat dan budaya yang wajib kita jaga di Loteng.Kita tidak bisa kalah dengan Kecanggihan tehnologi, justru tehnologi saat ini harus menjadi acuan bagaimana adat dan budaya ini kita dikenal baik di Tingkat Nasional maupun Internasional, kita punya HP ya tentu kita manfaatkan untuk kita promosikan budaya dan Adat sasak Lombok.” jelas L Purnama Agung.

Penyelesaian sengketa di kelurahan/Desa dibutuhkan Lembaga Adat Sasak bisa hadir kemudian diharapakan bisa menyelesaikan tentu dengan merangkul semua pihak di daerah setempat. pengurus LMKAS sudah menyusun perda dengan demikian perda ini nantinya akan menjadi acuan pihak pemdes dan kelurahan untuk menbuat Awik Awik kelurahan/desa dalam semua hal terkait masalah perkawinan dan budaya lokal setempat.’ pihak desa nanti akan membuat Awik di wilayahnya berdasarkan perda yang telah kita susun, dan Buku panduan MKAS Kabupaten Lombok Tengah.” katanya menerangkan.

Baca Juga :  Hadir di Mataram, MyRepublic Ekspansi Hingga 37 Kota

Kata dia, hal penting menjadi program kedepannya terkait masalah budaya Ngiring nyongkolan memakai Musik Kecimol dimana kecimul ini di beberapa kelurahan/desa menjadi Atensi untuk dilakukan pembinaan, Tarian yg ditampilkan musik Kecimol ini kadang tidak sesuai dengan Budaya yang ada di Suku sasak Lombok Khususnya di Loteng.berdasarkan hasil monev di Kelurahan/Desa pihaknya berharap kedepan agar Pemda juga harus mendukung langkah LMKAS  dalam menertibkan musik kecimol ini, mungkin dengan  lebih cara bagaimana mereka tidak tampil menari dengan cara yang kurang baik dilihat pada saat Acara berlangsung,  kemudian  bagimana dijalan agar tidak menimbulkan kemacetan arus Lalu Lintas pada acara nyongkolan. selain itu pihak LMKAS juga akan sosialisasi ke masing masing sekolah di loteng. (Red.TNTranews)

Share :

Baca Juga

Budaya

Ketum PBNU: Pertama di Indonesia Resmikan Kantor PCNU Lombok Tengah

Budaya

Kontingen Lombok Tengah Pukau Penonton di JFC, Ketua Dekranasda Promosikan Songket

Budaya

Hari Lahir Pancasila Diperingati Penuh Semangat di Polda NTB

Budaya

Begawe Jelo Yesek Libatkan 2023 Peyesek Akan Pecahkan Record Muri di Sukara

Budaya

Jelang Pergantian Tahun, Personil Kodim Loteng Mulai Amankan Kawasan Wisata Pantai

Budaya

Teladani Perjuangan Founding Fathers Bangsa Indonesia, Rachmat Hidayat Pimpin Doa Dimakam Bung Karno di Blitar

Budaya

Ini Rancangan Agenda DWP Setwan Lombok Tengah

Budaya

Buka Pemahaman Publik Tentang Pentingnya Keberagaman, Tim Ekspedisi Mistis PDIP dan Mi6 Ungkap Sejarah “Air Muallaf” di Desa Batu Kumbung