Lombok Tengah, TRANEWS Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Tahun 2026 dinyatakan siap menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Kesiapan tersebut terus dimatangkan melalui pembinaan intensif yang tidak hanya menyasar kemampuan baris-berbaris, tetapi juga aspek fisik, mental, kedisiplinan, tanggung jawab, karakter, dan kekompakan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lombok Tengah, Murdi, AP., M.Si., mengatakan secara umum kesiapan tim Paskibraka sejauh ini sudah sangat baik dan terus mengalami peningkatan. Menurutnya, para anggota dipersiapkan agar tidak hanya mampu menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga tampil sebagai representasi generasi muda Lombok Tengah yang disiplin, berkarakter, nasionalis, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
“Dari aspek fisik, mereka telah menjalani latihan yang cukup intensif untuk membangun daya tahan dan stamina. Dari sisi mental, mereka dibentuk agar memiliki ketenangan, keberanian, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan diri ketika melaksanakan tugas di hadapan masyarakat dan pejabat daerah,” ujar Murdi.
Ia menjelaskan, proses pembinaan dan latihan Paskibraka telah berlangsung secara intensif sejak 2 hingga 16 Agustus 2026. Pemusatan latihan tersebut diselenggarakan Bakesbangpol Lombok Tengah dengan melibatkan pelatih dari unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka.
Materi latihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis Paskibraka. Kurikulum pembinaan mencakup ketahanan fisik dan mental melalui pelatihan kepemimpinan di alam terbuka, keterampilan formasi baris-berbaris, pengembangan soft skill, wawasan kebangsaan, serta penguatan ideologi Pancasila.
Tahapan latihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembentukan dasar kedisiplinan, penguatan fisik dan mental, pemantapan gerakan individu, hingga pembentukan formasi dan kekompakan kelompok. Selanjutnya, para anggota menjalani pemantapan seluruh rangkaian tugas upacara, koordinasi antarkelompok, serta simulasi untuk membiasakan mereka dengan situasi pelaksanaan yang sesungguhnya.
“Pendekatan kita bukan sekadar bagaimana mereka bisa PBB, tetapi bagaimana mereka memiliki kesiapan secara utuh untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka,” tegasnya.
Murdi mengakui, tantangan dalam pembinaan tetap ada, terutama karena para anggota berasal dari latar belakang, karakter, kemampuan fisik, pengalaman, tingkat kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi yang berbeda-beda. Tantangan lainnya adalah membangun kekompakan sebagai satu tim dalam waktu pembinaan yang relatif terbatas.
Untuk mengatasinya, Bakesbangpol bersama tim pelatih menerapkan pola pembinaan yang disiplin, bertahap, konsisten, sekaligus mengedepankan pendekatan pembentukan karakter. Setiap kekurangan yang ditemukan selama latihan langsung dievaluasi dan diperbaiki melalui pengulangan.
Bahkan, seluruh aktivitas anggota Paskibraka diatur secara terperinci selama 24 jam, mulai dari bangun tidur hingga waktu tidur, dengan pengawasan ketat tim kepelatihan. Pola tersebut dilakukan untuk membangun kebiasaan disiplin sekaligus memastikan seluruh proses pembinaan berjalan secara optimal.
“Dalam Paskibraka, kemampuan individu saja tidak cukup. Satu orang yang kurang tepat dalam gerakan dapat memengaruhi keseluruhan formasi. Karena itu, kami menekankan pentingnya kerja sama, loyalitas, tanggung jawab, dan kemampuan menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi,” jelas Murdi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H. L. Firman Wijaya, ST., MT., menyampaikan bahwa proses penyiapan Paskibraka bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, melainkan melibatkan berbagai unsur yang bekerja bersama dalam proses pembinaan dan persiapannya.
“Proses penyiapan Paskibraka ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, tetapi banyak unsur yang terlibat di dalamnya. Semua bekerja dan berkontribusi untuk mempersiapkan mereka agar benar-benar siap melaksanakan tugas,” kata H. L.Firman.
Ia berharap seluruh proses latihan dan pembinaan yang telah dijalani dapat menjadi bekal bagi para anggota untuk tampil maksimal saat pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kita berharap mereka dapat tampil maksimal sebagaimana yang telah dipersiapkan selama ini. Mudah-mudahan seluruh rangkaian tugas dapat berjalan lancar dan mereka mampu menjalankan amanah dengan baik,” tutup Sekda Lombok Tengah, H L.Firman Wijaya.
Lombok Tengah, TRANEWS Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Tahun 2026 dinyatakan siap menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Kesiapan tersebut terus dimatangkan melalui pembinaan intensif yang tidak hanya menyasar kemampuan baris-berbaris, tetapi juga aspek fisik, mental, kedisiplinan, tanggung jawab, karakter, dan kekompakan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lombok Tengah, Murdi, AP., M.Si., mengatakan secara umum kesiapan tim Paskibraka sejauh ini sudah sangat baik dan terus mengalami peningkatan. Menurutnya, para anggota dipersiapkan agar tidak hanya mampu menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga tampil sebagai representasi generasi muda Lombok Tengah yang disiplin, berkarakter, nasionalis, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
“Dari aspek fisik, mereka telah menjalani latihan yang cukup intensif untuk membangun daya tahan dan stamina. Dari sisi mental, mereka dibentuk agar memiliki ketenangan, keberanian, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan diri ketika melaksanakan tugas di hadapan masyarakat dan pejabat daerah,” ujar Murdi.
Ia menjelaskan, proses pembinaan dan latihan Paskibraka telah berlangsung secara intensif sejak 2 hingga 16 Agustus 2026. Pemusatan latihan tersebut diselenggarakan Bakesbangpol Lombok Tengah dengan melibatkan pelatih dari unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka.
Materi latihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis Paskibraka. Kurikulum pembinaan mencakup ketahanan fisik dan mental melalui pelatihan kepemimpinan di alam terbuka, keterampilan formasi baris-berbaris, pengembangan soft skill, wawasan kebangsaan, serta penguatan ideologi Pancasila.
Tahapan latihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembentukan dasar kedisiplinan, penguatan fisik dan mental, pemantapan gerakan individu, hingga pembentukan formasi dan kekompakan kelompok. Selanjutnya, para anggota menjalani pemantapan seluruh rangkaian tugas upacara, koordinasi antarkelompok, serta simulasi untuk membiasakan mereka dengan situasi pelaksanaan yang sesungguhnya.
“Pendekatan kita bukan sekadar bagaimana mereka bisa PBB, tetapi bagaimana mereka memiliki kesiapan secara utuh untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka,” tegasnya.
Murdi mengakui, tantangan dalam pembinaan tetap ada, terutama karena para anggota berasal dari latar belakang, karakter, kemampuan fisik, pengalaman, tingkat kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi yang berbeda-beda. Tantangan lainnya adalah membangun kekompakan sebagai satu tim dalam waktu pembinaan yang relatif terbatas.
Untuk mengatasinya, Bakesbangpol bersama tim pelatih menerapkan pola pembinaan yang disiplin, bertahap, konsisten, sekaligus mengedepankan pendekatan pembentukan karakter. Setiap kekurangan yang ditemukan selama latihan langsung dievaluasi dan diperbaiki melalui pengulangan.
Bahkan, seluruh aktivitas anggota Paskibraka diatur secara terperinci selama 24 jam, mulai dari bangun tidur hingga waktu tidur, dengan pengawasan ketat tim kepelatihan. Pola tersebut dilakukan untuk membangun kebiasaan disiplin sekaligus memastikan seluruh proses pembinaan berjalan secara optimal.
“Dalam Paskibraka, kemampuan individu saja tidak cukup. Satu orang yang kurang tepat dalam gerakan dapat memengaruhi keseluruhan formasi. Karena itu, kami menekankan pentingnya kerja sama, loyalitas, tanggung jawab, dan kemampuan menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi,” jelas Murdi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H. L. Firman Wijaya, ST., MT., menyampaikan bahwa proses penyiapan Paskibraka bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, melainkan melibatkan berbagai unsur yang bekerja bersama dalam proses pembinaan dan persiapannya.
“Proses penyiapan Paskibraka ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, tetapi banyak unsur yang terlibat di dalamnya. Semua bekerja dan berkontribusi untuk mempersiapkan mereka agar benar-benar siap melaksanakan tugas,” kata H. L.Firman.
Ia berharap seluruh proses latihan dan pembinaan yang telah dijalani dapat menjadi bekal bagi para anggota untuk tampil maksimal saat pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kita berharap mereka dapat tampil maksimal sebagaimana yang telah dipersiapkan selama ini. Mudah-mudahan seluruh rangkaian tugas dapat berjalan lancar dan mereka mampu menjalankan amanah dengan baik,” tutup Sekda Lombok Tengah, H L.Firman Wijaya. (Win)








