Home / Kesehatan / Sahid Al Hudri Kembali Tersenyum Setelah Mendapat Bantuan Pengobatan Lanjutan

Sahid Al Hudri Kembali Tersenyum Setelah Mendapat Bantuan Pengobatan Lanjutan

Lombok Tengah, TRANEWS Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi proses pemulihan santri Sahid Al Hudri. Setelah menjalani perawatan intensif dan operasi bedah plastik selama sembilan hari di RSUD Provinsi NTB, kondisi Sahid kini berangsur membaik dan telah diperbolehkan pulang pada Kamis (25/06/2026).

Kepala Sekretariat Perusahaan (Sekper) Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani, Lalu Khaerul Huda, mengatakan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan atas arahan Direktur Utama. Selama proses pengobatan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga korban, baik saat kontrol maupun selama menjalani perawatan intensif.

“Atas arahan pimpinan, kami terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan orang tua korban. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih sembilan hari, adik Sahid kini sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Huda menjelaskan, tindakan operasi bedah plastik memberikan perkembangan yang signifikan terhadap kondisi Sahid. Sebelum menjalani operasi, kaki korban sulit diluruskan. Kini kondisinya mulai membaik sehingga sudah dapat ditekuk dan digunakan untuk berjalan.

Ia juga mengungkapkan, selama proses perawatan terdapat kendala pembiayaan karena sebagian tindakan medis tidak lagi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun, seluruh kebutuhan biaya pengobatan lanjutan dapat dipenuhi melalui bantuan dari Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani.

Rasa syukur dan apresiasi disampaikan Nurul Hidayah, bibi Al. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Utama dan keluarga besar Perumdam yang telah memberikan perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat membantu. Kalau tidak ada bantuan dari PDAM, kami tidak akan mampu melanjutkan pengobatan Sahid. Semoga Perumdam semakin maju dan terus membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo, S.IP., M.M., menanggapi isu yang berkembang di media sosial terkait dugaan adanya perlakuan diskriminatif terhadap para korban.

Menurut Bambang, seluruh korban mendapatkan perhatian dan pendampingan yang sama. Perbedaan yang dilakukan hanya menyesuaikan kebutuhan medis masing-masing korban.

“Tidak ada diskriminasi. Kedua korban sama-sama kami dampingi dalam proses pengobatan. Yang berbeda hanyalah bentuk penanganan atau treatment sesuai kondisi medis masing-masing,” tegasnya.

Selain mendampingi proses pengobatan, lanjut Bambang, Perumdam bersama Wakil Bupati Lombok Tengah juga telah memberikan bantuan ekonomi produktif berupa kandang ayam petelur lengkap dengan pakan kepada keluarga Al maupun keluarga Devin.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga selama masa pemulihan korban.

“Ayam-ayam tersebut sudah siap bertelur sehingga hasilnya dapat dijual maupun dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika dipelihara dengan baik, produktivitasnya diperkirakan dapat bertahan hingga sekitar dua tahun,” pungkas Bambang. (Win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *